Waktu Terbaik Berkunjung Pulau Sumba, Berlibur Yok!

Pulau Sumba

Pulau Sumba  ya Keelokan alam dan budaya Pulau Sumba memang sudah tidak disangsikan kembali. Pelancong lokal atau luar negeri semakin terus-menerus pilih Sumba sebagai tujuan rekreasi sesudah Bali dan Labuan Bajo. Tetapi, karena terhitung rekreasi alam, karena itu kita tidak selalu dapat merasakan panorama-pemandangan yang paling indah. Ada musim dan keadaan cuaca sebagai factor yang perlu jadi perhatian.

Nach, supaya bisa explore Pulau Sumba dengan optimal, ada banyak trick yang dapat kamu kenali. Baca 6 panduan berikut untuk putuskan kapan saat terbaik berkunjung Pulau Sumba.

1. Musim kemarau waktu terbaik cicipi situasi savana Pulau Sumba

Daya tarik khusus keelokan Pulau Sumba berada pada keelokan rentang alamnya yang berbentuk bukit-bukit kapur yang banyak dengan rumput-rumputan. Pemandangan itu semakin cantik karena ternak di sini digembalakan secara liar di bukit-bukit.

Pada musim kemarau, bentangan bukit-bukit yang berumput ini akan jadi kering sampai tak lagi jadi bukit hijau. Hingga situasi musim kemarau di Pulau Sumba jadi serupa dengan situasi savana kering di Benua Afrika.

Maka bila kamu ingin nikmati situasi savana kering yang dihias dengan bermacam ternak yang digembalakan dengan bebas, karena itu hadirlah ke Pulau Sumba saat musim kemarau yakni sekitaran bulan Mei sampai September.

2. Musim hujan tidak kalah elok untuk cicipi bukit dengan rumput yang menghijau

Jika di saat musim kemarau Pulau Sumba seperti savana kering di Afrika, nach pada musim hujan Pulau Sumba akan menjelma seperti padang rumput di di New Zealand. Rangkaian bukit yang jadi kering saat musim kemarau, saat masuk musim penghujan akan tumbuh subur dan kembali menghijau.

Namun, resiko saat musim hujan yakni waktu untuk explore keelokan alam akan kebuang menanti hujan surut. Karena di saat terjadi hujan, semakin besar peluang bukit untuk tertutup kabut.

Disamping itu, pada musim penghujan peluang untuk menyaksikan matahari keluar dan tenggelam dari bukit akan makin susah. Walau sebenarnya di saat sore atau pagi hari saat matahari berkilau dan langit kemerahaan ialah waktu terbaik untuk nikmati keelokan bukit.

baca : Pulau Royal 2 Hari 1 Malam

3. Jernihnya beragam air terjun di Pulau Sumba tidak kamu temui saat pucuk musim hujan

Dibalik rentang alam bukit-bukit, Pulau Sumba simpan banyak air terjun terselinap dengan beragam jenis keelokannya. Beberapa salah satunya misalnya: Air Terjun Tanggedu dan Air Terjun Waimarang di Sumba Timur, dan Air Terjun Lapopu di Sumba Barat.

Bila bertandang ke Pulau Sumba di saat musim hujan, lebih bagus kamu hapus gagasan tujuan air terjun. Bila memaksa, kemungkinan besar cuman akan sedih bahkan juga lebih kronis kembali akan  mencelakakan keselamatan.

Bila dalam kurun waktu tiga hari ke belakang terjadi hujan, karena itu keadaan air terjun kemungkinan besar tidak jernih. Air terjun akan warna cokelat bahkan juga bisa dibarengi dengan debet banjir.

Sebagian besar air terjun di Pulau Sumba terletak terselinap dan memerlukan perjalanan mendaki dan menuruni bukit, hingga bila di saat treking terjadi hujan maka  mencelakakan keselamatan. Lebih kronis kembali untuk perjalanan ke arah Air Terjun Tanggedu, jika telah telanjur treking dan mendadak turun hujan karena itu dapat terjerat oleh saluran banjir.

4. Pastikanlah kamu tidak tiba saat gelombang tinggi bila ingin menari bersama The Dancing Trees di Pantai Walakiri

Pantai Walakiri sebagai tujuan harus saat bertandang ke Pulau Sumba, terutamanya Sumba Timur. Ke Sumba Timur tetapi tidak berkunjung Pantai Walakiri, rasanya penjelajahanmu belum prima.

Pantai dengan daya tarik segerombolan pohon bakau kerdil yang seperti terlihat sedang menari atau kerap disebutkan dengan the dancing trees ini, bisa dicicipi saat air laut sedang kering. Saat pasang datang, muka air laut akan dengan tinggi ranting daun pohon bakau hingga kamu tidak segera dapat nikmati panorama the dancing trees.

Tiap hari, keringnya air laut terjadi di saat yang tidak selamanya sama, dapat pagi, siang, sore, atau bahkan juga malam hari. Hingga bila kamu ingin bisa nikmati sunset bersama the dancing trees di Pantai Walakiri, yakinkan waktu kehadiranmu ialah saat air laut kering di sore hari.

Tetapi bila saat terjadi gelombang tinggi karena dampak angin muson karena itu dapat terjadi dalam sekian hari tidak kering.

Karena itu saat sebelum mengawali perjalanan, seharusnya kamu memerhatikan informasi terbaru sekitar cuaca di Pulau Sumba, supaya kamu bisa mengoptimalkan perjalananmu.

5. Hadirlah pada pucuk musim kemarau untuk nikmati mekarnya bunga Sakura Waingapu

Bukan hanya dapat seperti situasi di Afrika atau New Zealand, di saat pucuk musim kemarau Pulau Sumba dapat menjelma seperti situasi musim semi di Jepang atau Korea. Ini karena Pulau Sumba terutamanya di Waingapu banyak dengan Bunga Sakura atau orang lokal kerap mengatakan dengan Bunga Konjil.

Bunga Konjil yang benar-benar serupa dengan bunga sakura yang berada di Jepang atau korea ini, banyak tumbuh liar disekitaran savana Puru Kambera dan menyebar di beberapa batas jalan di Kota Waingapu.

Jika di Jepang atau Korea bunga sakura mekar di saat musim semi yakni di antara bulan Maret-April, nach jika bunga sakura waingapu mekar di saat pucuk musim kemarau yakni di antara bulan Agustus-September.

baca lagi yuk : Pantai Cantik di Pulau Alor NTT yang Buat Kerasan

6. Cari info lebih dahulu apa waktu berliburmu bertepatan dengan festival budaya atau upacara tradisi

Pulau Sumba sebagai salah satunya daerah yang benar-benar kaya budaya dengan kelestariannya yang masih terbangun. Upacara tradisi atau festival budaya bertaraf nasional bahkan juga internasional teratur diselenggarakan di Pulau Sumba. Untuk kamu traveller yang ingin nikmati keelokan keberagaman budaya Sumba, karena itu kamu harus cari info kapan moment budaya akan berjalan.

Salah satunya moment budaya paling besar di Pulau Sumba ialah Festival Kuda Pasola di Sumba Barat Daya yang teratur diadakan tiap tahun di antara bulan Februari sampai Maret. Disamping itu ada pula Festival 1001 Kuda Sandalwood dan Festival Tenun Ikat Sumba yang tidak kalah memikat buat dilihat.

Bila keberangkatanmu bersamaan dengan moment besar itu atau bila kamu memang ingin ikut serta, karena itu seharusnya kamu harus pesan fasilitas jauh hari awalnya, karena sarana hotel di Sumba belum lumayan memadai ketika berada moment jumlah besar.

Itu beberapa panduan yang dapat kamu menjadikan pemikiran saat sebelum memilih untuk ambil cuti atau mempersiapkan waktu perjalanan. Sudah mengetahui kan waktu terbaik berkunjung Pulau Sumba? Maka telah putuskan kapan nih berlibur ke Pulau Sumba?