Dunia Bisnis

Uncategorized

Tips agar Permohonan KPR Subsidi Disetujui dengan Cepat

KPR subsidi bukanlah hal asing dalam bisnis jual beli properti. Siapa pun pasti pernah mendengarnya, walau hanya sekilas.

 

Program dari pemerintah Indonesia ini cukup membawa angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin membeli rumah.

 

Pengertian dan seluk-beluknya bisa kita lihat dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21/PRT/M/2016.

 

Singkatnya, KPR subsidi adalah kredit pemilikan rumah yang mendapat bantuan dan/atau kemudahan perolehan rumah dari pemerintah.

 

Bentuk bantuannya berupa dana murah jangka panjang dan subsidi perolehan rumah yang diterbitkan oleh bank pelaksana dari https://rumahimpian.id/landing/.

 

Bantuan dalam KPR subsidi sendiri bisa diberikan secara konvensional maupun dengan prinsip-prinsip syariah.

 

Dalam hal ini, KPR subsidi memang tidak membantu pembiayaan sepenuhnya, tetapi patut dipertimbangkan bagi Anda yang sedang kesulitan mencari hunian idaman.

 

Poin selanjutnya yang akan dibahas adalah proses permohonan KPR subsidi. Apa benar rumit seperti yang kita kira? Mari simak jawabannya di bawah ini.

Benarkah Permohonan KPR Subsidi Lama dan Berbelit?

Tidak bisa dipungkiri kalau sebagian besar orang menganggap proses permohonan KPR subsidi lama dan berbelit.

 

Hal tersebut mungkin terjadi bagi sebagian pemohon, walau anggapan di atas tidak bisa dipukul rata begitu saja.

 

Dalam beberapa kasus, permohonan KPR subsidi memang sering ditolak oleh bank. Namun, penolakan itu pasti terjadi bukan tanpa alasan.

 

Sebagai bocoran, sebagian besar permohonan KPR subsidi terkendala saat proses Bank Indonesia (BI) checking.

 

Sistem yang bekerja saat proses tersebut menunjukkan kalau semua rekaman aktivitas pemohon yang pernah mengambil dan sedang mengambil kredit.

 

BI checking sendiri bertujuan untuk menilai kelayakan penerimaan kredit dari seorang nasabah.

 

Apabila tidak lolos BI checking, proses selanjutnya otomatis dihentikan. Lalu, permohonan KPR subsidi pun ditolak.

 

Jadi, hal itulah yang mungkin melahirkan anggapan kalau proses permohonan KPR subsidi lama dan berbelit.

 

Lalu, ada pula beberapa pemohon yang belum menyerah dan mengajukan permohonan KPR subsidi ke bank lainnya.

 

Dengan demikian, pemohon pun harus menyiapkan lagi berkas-berkas yang menjadi persyaratan KPR subsidi.

Sebenarnya, mengajukan permohonan KPR tidak serumit yang dibayangkan lho! Asalkan, semua syarat dan ketentuan dipenuhi oleh pemohon.

 

Sebelumnya, Anda harus tahu kalau KPR subsidi masuk ke dalam bantuan pembiayaan perumahan tahun anggaran 2021.

 

Dalam hal ini, subsidi KPR dari pemerintah masuk ke dalam program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP.

 

Nah, agar permohonan KPR subsidi disetujui dengan cepat, rumah123.com akan berbagi beberapa tipsnya.

Penghasilan Pokok Tidak Lebih dari Ketentuan

Tips pertama agar permohonan KPR subsidi disetujui adalah penghasilan pokok yang tidak lebih dari ketentuan.

 

Seperti yang diketahui, salah satu syarat untuk mengajukan KPR Bersubsidi 2021 adalah bahwa pemohon harus masuk dalam kategori MBR.

 

Dalam hal ini, pemohon harus memiliki gaji pokok atau penghasilan maksimal Rp8 juta rupiah per bulan untuk dapat menebus rumah tapak (landed house) atau rumah susun subsidi.

 

Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan hal ini sebelum mengajukan permohonan KPR subsidi.

Belum Pernah Menerima Subsidi

Jika sudah pernah menerima subsidi kepemilikan rumah dari pemerintah, maka bank tidak akan menyetujui permohonan KPR subsidi.

 

Jadi, jangan kaget kalau permohonan KPR akan tetap ditolak meskipun dari segi penghasilan telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Hitungan Angsuran Tidak Lebih dari Sepertiga Gaji

Sama seperti KPR nonsubsidi, salah satu ketentuan KPR subsidi adalah bahwa pemohon harus memiliki penghasilan tetap.

 

Namun perlu digarisbawahi bahwa penghasilan total per bulannya harus mencukupi pembiayaan angsuran KPR.