Syarat Nikah Online Bagi Warga Indonesia

Catat! Ini Syarat dan Tata Cara Daftar Nikah secara Online

Pasangan yang ingin menikah sekarang dapat mendaftarkan niat mereka untuk menikah secara online. Tentunya, pencatatan nikah online ini mempermudah proses bagi kedua mempelai dengan menghilangkan keharusan untuk segera mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA). Namun, calon pengantin yang mendaftar untuk menikah secara online masih harus menyerahkan banyak surat.

Calon pengantin (catin) dapat memperoleh informasi tentang pendaftaran pernikahan di KUA, mulai dari verifikasi ketersediaan hingga pemesanan tanggal pernikahan, hanya dengan mengunjungi situs resminya. Dengan demikian, syarat nikah online tidak diharuskan mengunjungi KUA setempat, karena prosedur pendaftaran dapat dilakukan secara online. Meskipun pendaftaran dapat diselesaikan secara online, namun tetap penting untuk menyerahkan makalah dan memenuhi kriteria lain sebelum dan sesudah pendaftaran. Pasalnya, kriteria perkawinan paling baru yang berlaku pada 2021 adalah kelengkapan berkas pencatatan perkawinan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) PMA Nomor 20 Tahun 2019.

Syarat Nikah Online Versi Kemenag

Menurut laman Info Pendaftaran di simkah.kemenag.go.id, calon pengantin harus terlebih dahulu menyiapkan NIK calon suami, NIK calon istri, dan NIK orang tua/wali sebelum melakukan pendaftaran nikah secara online. Selain itu, kedua mempelai harus menyiapkan berbagai macam surat-surat lainnya untuk pencatatan nikah KUA.

Menurut Kementerian Agama pemerintah, Kantor Urusan Agama (KUA) kini menawarkan pendaftaran pernikahan secara online. Keputusan tersebut diambil sesuai dengan aturan yang mengatur sistem kerja dari rumah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tengah wabah COVID-19 di Indonesia. Portal satu atap dengan sistem terintegrasi dapat digunakan untuk menyelesaikan prosedur pendaftaran pernikahan online. Selain itu, teknologi menyederhanakan proses aplikasi untuk syarat nikah online calon pengantin. Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan pendaftaran nikah secara online, berikut informasi mengenai kriteria dan proses pendaftaran nikah online di KUA.

Menurut Kementerian Agama pemerintah, Kantor Urusan Agama (KUA) kini menawarkan pendaftaran pernikahan secara online. Keputusan itu diambil sesuai dengan aturan yang mengatur sistem kerja dari rumah bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tengah wabah COVID-19 di Indonesia. Portal satu atap dengan sistem terintegrasi dapat digunakan untuk menyelesaikan prosedur pendaftaran pernikahan online. Selain itu, teknologi menyederhanakan proses aplikasi untuk calon pengantin.

Tata Cara Syarat Nikah Online

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan pendaftaran nikah secara online, berikut informasi mengenai kriteria dan proses syarat nikah online di KUA. Untuk mendaftar nikah secara online, banyak dokumen yang diperlukan sebagai prasyarat administrasi. Masing-masing pengantin harus mematuhi surat-surat ini agar pernikahan dicatat dan sah menurut hukum yang relevan.

Dokumen tersebut antara lain akta nikah yang diperoleh dari kelurahan, surat izin orang tua bagi calon pengantin yang berusia di bawah 21 tahun, surat dispensasi pengadilan agama bagi calon pengantin yang berusia di bawah 19 tahun, akta cerai bagi calon pengantin yang telah bercerai, surat izin panglima bagi calon pengantin TNI atau POLRI, dan akta kematian bagi calon pengantin yang telah meninggal dunia. Izin untuk Warga Negara Asing yang dikeluarkan oleh Kedutaan

Menurut situs tanatidungkab.go.id, Anda dapat mendaftarkan pernikahan secara online melalui sistem portal terintegrasi dengan mengikuti prosedur di bawah ini: Untuk memulai, buka situs simkah.kemenag.go.id. Di halaman utama situs, klik “Daftar Pernikahan.” Pilih lokasi dan tanggal pernikahan, termasuk provinsi, kabupaten/kota, dan kabupaten, serta hari dan waktu pernikahan. Masukkan informasi calon suami istri. Unggah dan selesaikan makalah yang telah dibutuhkan. Masukkan nomor telepon anda. Unggah gambar, Cetak fotokopi akta pencatatan nikah.

Menurut Kementerian Agama, hingga 5.810 KUA di seluruh kecamatan di Indonesia telah terhubung dengan Sistem Informasi Manajemen Perkawinan (Simkah), memungkinkan pencatatan pernikahan secara online. Angka ini hampir menyamai jumlah KUA di Indonesia, mengingat jumlah KUA kecamatan yang tidak memiliki akses Simkah hanya sekitar 135 KUA. Simkah merupakan direktori data perkawinan yang terhubung dengan Aplikasi Sistem Informasi Kependudukan (SIAK) Kementerian Dalam Negeri dan Sistem Informasi PNBP Online Kementerian Keuangan (SIMPONI).

Integrasi tersebut diyakini mampu membantu mereka yang ingin mendaftar pernikahan secara online. Kementerian Agama merilis kartu nikah digital bagi pasangan atau calon pengantin yang mendaftarkan pernikahannya melalui Simkah pada akhir Mei lalu.

Keberadaan kartu nikah digital menawarkan sejumlah keuntungan, antara lain mempercepat akses data pribadi pasangan suami istri, memverifikasi status perkawinan, dan berbagai aspek lain yang turut berkontribusi dalam pengurangan surat nikah palsu.

Selain itu, kartu nikah digital telah terbukti efektif dalam hal penghematan waktu dan uang. Karena pasangan pengantin baru dapat segera memperoleh akta nikah digital melalui WhatsApp atau alamat email. Demikian kriteria dan proses pendaftaran nikah online di KUA.