Sejarah Singkat Kapal Pinisi

Memasuki awal th. tentu segudang harapan mampu mencairkan kondisi di sela-sela aktifitas padat terutama selama dua th. lebih kita hadapi pandemi Covid-19.

Mengambil jatah berlibur di akhir pekan, tidak tersedia salahnya keluarga atau teman kerja menikmati sejenak refreshing ke alam bebas maupun hamparan pantai yang juga indah panorma alamnya.

 

Tahukah, awal th. baru ini wisata di lampung miliki destinasi yang memadai menarik perhatian para pelancong maupun wisatawan yang mendambakan berlibur bersama dengan keluarga bersama dengan sensasi yang berbeda.

 

Biasanya berlibur ke vila atau hotel menjadi alternatif kini mampu coba berlibur di kapal pinisi, namun jauh banget di labuhan bajo? Tenang wisata kapal pinisi hadir pertama di lampung. Seru yah, namun sebelum kita berlibur cari menyadari dulu apa itu kapal pinisi

 

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dan juga juga sebagai salah satu bangsa yang miliki tradisi kelautan kuat. Salah satu bukti nyata adalah kapal pinisi yang dipercaya telah tersedia sejak th. 1500-an.

 

Kapal pinisi ini juga merupakan identitas bagi bangsa Indonesia sebagai bangsa pelaut yang unggul. Menyebutkan kapal pinisi dalam peristiwa kemaritiman mampu mengarungi samudera yang luas sampai sampai di Semenanjung Malaka, Filipina, Australia Utara, Madagaskar sampai ke Meksiko.

 

Sewa kapal labuan bajo Sulawesi Selatan formal ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Penetapan ini tercatat sebagai PINISI: Art of Boatbuilding in South Sulawesi atau seni dalam pembuatan Kapal Pinisi di Sulawesi Selatan.

 

Meski telah diakui UNESCO, sayangnya tetap sedikit penduduk Indonesia yang menyadari tentang asal muasal sejarah, langkah pembuatan, sampai fakta unik seputar Kapal Pinisi.

 

Sejarah Singkat Kapal Pinisi

Kapal Pinisi adalah kapal kayu legendaris yang berasal berasal dari Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang diperkirakan telah dibikin sejak abad ke-14 atau th. 1400-an.

 

Kini beberapa besar kapal pinisi dibikin di Tana Beru, salah satu tempat di Bulukumba, yakni wilayah yang ditinggali para leluhur yang secara turun temurun menyebabkan pinisi, bersama dengan langkah gotong royong.

 

Kapal pinisi merupakan sejenis kapal layar tradisional berasal dari Suku Bugis, yang sebenarnya sejak zaman dahulu tenar sebagai pembuat perahu dan pelaut.

 

Perahu tradisional Suku Bugis ini, sering digunakan para leluhur untuk melacak nafkah berlayar sampai Eropa dan Afrika. Itulah kenapa, kapal pinisi dulu dicantumkan dalam mata uang Indonesia, salah satunya uang lembar Rp 100 berwarna merah.

 

Menurut sejarah, kapal pinisi juga disebut telah digunakan para raja dan pangeran. Salah satu yang tenar adalah Sawerigading, Putra Mahkota Kerajaan Luwu. Ia diakui sebagai orang yang pertama kali menyebabkan pinisi.

 

Berdasarkan riwayat, pangeran Sawerigading sering memakai kapal pinisi untuk berlayar menuju Tiongkok, China. Menurut kabar, kepergian pangeran berikut memiliki tujuan mendambakan meminang putri kerajaan Tiongkok bernama Putri We Cudai.

 

Tidak hanya berhasil sampai di Tiongkok bersama dengan kapal pinisi, Pangeran berikut juga berhasil menikahi Putri We Cudai, dan lagi ke kerajaan bersama dengan memakai kapal pinisi.

 

Sayangnya, nasib nahas menimpa pangeran Sawerigading. Menjelang sampai di kerajaan, kapal pinisi yang dinaikinya terhantam ombak besar, dan serpihan kapal pinisi terdampar di tiga desa, salah satunya di Tanah Beru.

 

Akhirnya ketiga desa mengumpulkan lagi serpihan kapal, dan berhasil dirakit lagi menjadi kapal. Satu kampung menyebabkan badan kapal, satu kampung merancang kapal, dan kampung Tanah Beru mengumpulkan dan merakitnya lagi menjadi satu.

 

Diketahui Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI optimistis potensi wisata eksklusif kapal pinisi sampai di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur bakal segera lagi bangkit berasal dari keterpurukan sehabis satu setengah th. tidak beroperasi di jaman pandemi Covid-19. Mau berlibur tak harus jauh-jauh di lampung telah mampu dinikmati.