Pengertian dan Fungsi Multiplexer

Multiplexer merupakan? Keterangan apakah yang dimaksud Multiplexer Type, Peran, Teknik Kerja , Tabel Kebenaran dan Contoh Serangkaian Komplet

Multiplexer adalah satu bagian electronica atau alat tersendiri yang digunakan untuk menunjuk 2 atau mungkin lebih saran supaya dapat meneruskannya ketujuan sisi keluaran.

Rata-rata, alat yang demikian modern ini biasa ditemui di kehidupan keseharian meskipun kita tidak mengertinya. Silahkan kita mengupas terkait alat yang demikian menarik ini.

Multiplexer merupakan feature yang mengganti n input (banyak input) jadi satu output. Teknik kerja Mux atau multiplexer ini adalah dengan menunjuk satu diantaranya inputan dari sejumlah isyarat input analog atau digital untuk dilanjutkan ke lajur output.

Pada feature multiplexer ada terminal yang namanya ‘select input’ yang bekerja untuk memutus terminal input mana yang bisa diputuskan untuk diantar di dalam satu lajur output.

Pada waktu digital yang mana seluruhnya tehnologi data kian maju, karena itu tidak bertanya-tanya kalau multiplexer sangatlah maju untuk soal bagian penting yang dipakai dalam mencapai data dalam sekejap. Alat ini sangatlah penting buat dipunyai oleh sejumlah feature electronic tersendiri.

Bagian ini rata-rata ditemui di suatu pc supaya dapat mengerjakan perintah yang dikehendaki oleh operator. Rata-rata, alat yang berikut pula biasa dikatakan sebagai Mux untuk arti pendek kata. Tersebut merupakan pengelompokan dari alat ini:

Multiplexer dan Demultiplexer

Kalau multiplexer merupakan sebuah serangkaian yang dipakai untuk jalankan perintah dari orang operator pc, karenanya ada arti yang lain tidak juga bisa dilalaikan demikian saja. Arti itu disebut jadi demultiplexer.

Ke-2  bagian ini kerap terkait dan selalu dipertemukan di antara keduanya maka dari itu perintah yang ditempatkan dapat dilanjut pada bagian yang lainnya. Pada demultiplexer, tersedia lajur output dan cuman 1 lajur input. Berikut di bawah ini merupakan pengelompokan demultiplexer:

Peran multiplexer yang penting ialah sebagai feature yang mengkombinasikan sejumlah isyarat input jadi satu saluran data yang bisa diantar di dalam satu lajur output.

Di kehidupan keseharian multiplexer rata-rata dipakai kepada sejumlah program yang demikian berfungsi untuk menolong tugas. Juga tidak ada alat ini, dapat dikatakan kita tentu akan terasa persoalan dalam bekerja.

Lantaran itu, pastilah kita ucapkan syukur dapat dijumpainya alat yang demikian modern ini. Inilah fungsi-fungsi multiplexer yang ditempatkan pada sejumlah perlengkapan electronica:

Pada jaringan telephone, Mux dipakai untuk mengorganisasikan isyarat audio. Proses ini dijalankan pada satu lajur transmisi.

Mux pula dipakai dalam metode komunikasi lantaran metode ini mengimplementasikan jaringan komunikasi dan metode pertukaran. Alat ini digunakan untuk menambah metode komunikasi supaya dapat bertambah efektif, maka dari itu memungkinnya untuk berkirim data seperti video dan audio dari aliran yang tidak sama.

Pada soal luar angkasa lantas, Mux punyai keterlibatan yang lumayan besar. Lantaran alat ini dipakai jadi tempat untuk berkirim isyarat data yang datang dari pc satelit ketujuan metode ground.

Paling akhir, program Mux yang dapat digunakan merupakan kenangan pc. Sama dengan namanya, alat ini menolong pc untuk menaruh kenangan dan beberapa file yang bentuknya lumayan besar namun juga untuk mengaitkan kenangan ketujuan sisi pc lainnya.

Diberitakan dari jurnal Pens.ac.id, sebuah serangkaian Mux atau multiplexer kadang-kadang cukup kompleks dan butuh ilmu dan pengetahuan privat untuk mendalaminya. Walau demikian, buat yang udah akrab dengan metode output dan input pc barangkali tidak kebingungan dengan masalah ini.

Untuk beberapa umumnya, serangkaian itu diatur dengan sebegitu rupa biar transmisi data dapat bertambah efektif. Dengan demikian, karenanya proses transfer data lantas dapat dijalankan dengan cepat. Rata-rata, dasar serangkaian ini terjadi atas perihal berikut:

a. Serangkaian Multiplexer 4×1

Untuk type serangkaian Multiplexer 4×1 ini punyai empat type isyarat inputan ialah I0 , I1, I2, namun juga I3. dengan 2 buah lajur saringan s1 serta s0 yang gunakan satu lajur output Y. Untuk grafik serangkaian Multiplexer 4×1 ini dapat anda tonton pada gambar serangkaian multiplexer di atas.

Dari 4 isyarat inputan di atas, satu diantaranya input dapat diputuskan dan dilanjutkan ke lajur output menurut gabungan inputan yang ada pada dua lajur saringan. Selengkapnya dapat anda tonton pada tabel kebenaran multiplexer 4×1 di bawah ini :

Menurut tabel kebenaran multiplexer di atas, diterima padanan peran bolean untuk isyarat output, dengan Y jadi :

 

Dari padanan peran bolean di atas, dapat kita terapkan gunakan inverter gerbang pemikiran And namun juga OR yang selanjutnya dapat membuat grafik serangkaian multiplexer 4×1 di bawah ini :

 

b. Serangkaian Multiplexer 8×1

Feature Multiplexer 8×1 punyai 8 biji isyarat data input, 3 lajur saringan namun juga satu lajur output. Maka dari itu dalam pengerjaan rangkaiannya kita perlu dua Multiplexer 4×1 namun juga sebuah Multiplexer 2×1.

Kita ibaratkan Multiplexer 8×1 punyai delapan isyarat data input ialah inputan I0 hingga sampai I7, dengan 3 buah lajur saringan S0 hingga sampai S2 dan satu lajur output Y. Untuk membantunya, silakan kawan teman tonton pada tabel kebenaran multiplexer 8×1 di bawah ini :

Menurut tabel kebenaran Multiplexer 8×1 di atas, kita temukan Block Grafik Mux 8×1 di bawah ini :

Menunjuk pada web grafik multiplexer 8×1 di atas, kita temukan garis saringan yang serupa. S1 serta S0 diimplementasikan pada ke-2  Multiplexer 4×1.

Data input Multiplexer 4×1 atas merupakan I7 sampai I4 dan data input Multiplexer 4×1 bawah merupakan I3 sampai I0. Disana kita kenal jika pada setiap Multiplexer 4×1 mendatangkan output menurut nilai garis saringan, s1 serta s0.

Sumber: www.kelaselektronika.com