Dunia Bisnis

Uncategorized

Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Pemenuhan Kebutuhan Dalam Negeri

Dari sisi penggunaan gas bumi, periode Januari – Juli 2009 sebesar 3.943 MMSCFD (47,7%) digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas bumi domestik dan sebesar 4.331 MMSCFD (52,2%) digunakan untuk memenuhi prinsip ekspor.

Berdasarkan kondisi selanjutnya udah terjadi peningkatan penggunaan gas bumi domestik sebesar 174 MMSCFD (4,6%) dibandingkan bersama penggunaan gas bumi domestik pada th. 2008 yakni sebesar 3.769 MMSCFD.

Pemanfaatan gas bumi domestik selanjutnya digunakan untuk peningkatan memproduksi minyak bumi, pembangkit listrik (PLN), pabrik pupuk, petrokimia, bahan bakar gas (LPG), transportasi maupun industri lain. Sedangkan pemenuhan prinsip ekspor dilakukan melalui ekspor LNG dan gas pipa.

 

Pemanfaatan gas bumi untuk listrik (PLN) mengalami peningkatan yang cukup penting berasal dari 502 MMSCFD pada th. 2007 jadi 932 MMSCFD pada th. 2008 dan pada th. 2009 jadi 1261 MMSCFD atau mengalami peningkatan sebesar 150% didalam kurun pas 2 tahun.

Selain itu Pemerintah udah memiliki rencana untuk mengalokasikan gas bumi didalam bentuk LNG kegunaan mendukung pemenuhan kebutuhan gas bumi di tempat Jawa dan Sumatera Utara melalui pembangunan LNG Receiving Terminal di lepas pantai Jawa Barat dan Sumatera Utara. Pasokan LNG untuk domestik selanjutnya direncanakan bakal terealisasi pada th. 2012.

 

Disisi lain didalam rangka optimasi penggunaan gas bumi didalam negeri dan mendukung peningkatan pertumbuhan ekonomi, Pemerintah udah mengalokasikan gas bumi untuk pemenuhan gas bumi domestik berdasarkan Perjanjian Jual Beli Gas Bumi (PJBG) yang ditandatangani pada th. 2002-2007 sebesar 15.443 Trilyun BTU atau 62,4% berasal dari keseluruhan kekuatan pasokan gas bumi Nasional dengan alat pemisah kotoran pada gas bag filter sedang sebesar 9.284 Trilyun BTU atau 37,6% dialokasikan untuk ekspor kegunaan memenuhi prinsip kontrak yang udah ditandatangani dan diinginkan terhitung dapat menambah penerimaan negara.

 

Untuk mendukung program diversifikasi energi, penggunaan gas bumi Pemerintah udah melakukan beragam upaya, diantaranya bersama melakukan konversi minyak tanah ke LPG dan pengembangan infrastruktur gas bumi diantaranya melalui pembangunan infrastruktur jaringan gas kota dimana yang pada th. 2009 ini udah dimulai di Surabaya dan Palembang. Selanjutnya pada th. 2010 bakal dilanjutkan bersama pembangunan jaringan infrastruktur gas kota di Bekasi, Depok, Tarakan (Kaltim), Sengkang (Sulsel), dan Bontang (Kaltim).

Untuk mendukung terwujudnya ketahanan pangan, Pemerintah udah mengalokasikan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan pabrik pupuk melalui program revitalisasi 5 pabrik pupuk lama di Pupuk Sriwidjaja (PUSRI), Pupuk Kalimantan Timur (PKT), dan Pupuk Kujang Cikampek (PKC) dan pembangunan 1 pabrik baru di Petrokimia Gresik (PKG).

Pemenuhan gas bumi untuk PKT dan PKG udah dapat dipenuhi berasal dari produsen gas bumi di Kalimantan Timur dan Jawa Timur, sedang untuk pabrik yang lain (PUSRI dan PKC) pada pas ini sedang dilakukan kajian untuk merelokasi pabrik pupuk selanjutnya mendekati sumber gas di wilayah Papua (Tangguh) dan Sulawesi Tengah (Donggi-Senoro).