Mulai Dari Pencurian Sampai Pelecehan Seksual Kenapa Mengaku Gila

Jakarta Informasi – Hati dan selalu waspada, mulai dari pencurian sampai dengan pelecehan seksual banyak pelaku yang mengaku gangguan jiwa.

Publik tengah dibuat heboh dengan beredarnya kabar tentang seorang pria paruh baya yang melakukan tindakan pelecehan seksual pada anak di Bintaro Xchange Mall, Tangerang Selatan.

Dalam video yang beredar seorang ibu nekat mengejar pelaku bersama dengan suaminya karena si pelaku nekat mencolek-colek bagian perut bawah anak mereka, dan ternyata korban pelecehan seksual tidak hanya satu dua anak saja melainkan juga dialami oleh beberapa pengunjung shopping center yang lain.

Mendapati tindakan pelaku membuat resah, ibu korban yang bernama Misis Devi tidak membiarkan begitu saja pelaku lepas. Misis Devi melaporkan pelaku ke Polres Tangerang Selatan.

Menurut penjelasan dari orang tua si pelaku, ternyata pelaku pelecehan seksual tersebut adalah ODGJ dan tengah menjalani terapi penyembuhan.

Saat ditangkap oleh Polisi untuk mediasi, pelaku menunjukkan sikap yang aneh. Pelaku pelecehan seksual tersebut merangkak di tanah dan buang air besar di celana.

Misis Devi yang putranya menjadi korban pelecehan seksual tidak peduli dengan pengakuan orang tua pelaku. Kasus akan tetap diteruskan dengan melihat hasil observasi psikolog dan psikiater tentang kebenaran keadaan mental dari pelaku apakah benar ODGJ atau orang pura gila.

Kejadian pelaku kejahatan mengaku sebagai orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ ini bukan kali pertama terjadi di Indonesia GanSis.

 

Bukan hanya pelaku pelecehan seksual, untuk kasus diskriminasi dan kekerasan pada ulama, serta pencurian, juga banyak sekali orang yang berpura-pura menjadi gila atau keluarganya menutupi keburukan dari pelaku dengan mengaku-ngaku bahwa si pelaku mengidap gangguan mental atau depresi berat.

 

Kenapa ODGJ menjadi alasan atau kedok yang withering banyak dipilih oleh pelaku kejahatan atau keluarganya?

Berikut ini beberapa kemungkinannya GanSis.

Menghindari Amukan Masa

Berpura-pura menjadi orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ saat tertangkap melakukan kejahatan yang pertama adalah untuk menghindari amukan masa GanSis.

Meskipun negara kita adalah negara hukum tetapi untuk tindakan kejahatan di tempat umum akan sangat rawan terjadi principal hakim sendiri oleh orang sekitar GanSis, itulah sebabnya pelaku sering berlagak gila agar tidak mendapatkan amukan masa.

Menghindari Laporan Polisi

Saat mengetahui bahwa pelaku adalah orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ kebanyak korban akan merasa kasihan dan tidak melaporkan ke Polisi. Harapannya dengan seseorang berpura-pura menjadi gila mereka dapat bebas dari laporan Polisi karena permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.

Berharap Keringanan Hukuman

Sudah tertangkap dan diamankan Polisi tapi tetap berpura-pura gila, ini juga bisa memiliki tujuan untuk mendapatkan keringanan sanksi atau hukuman GanSis.

Meskipun Polisi tidak dapat dibohongi oleh pelaku yang berpura-pura gila, tetapi pelaku memiliki harapan besar Polisi terkelabuhi dan memberikan sanksi yang lebih ringan untuk mereka.

Itulah GanSis beberapa alasan kenapa banyak tindak kejahatan yang pelakunya mengaku sebagai Orang Dengan Gangguan Jiwa atau ODGJ.

Tentu Agan Sista tidak boleh begitu saja percaya saat ada pelaku kejahatan berpura-pura sebagai ODGJ, karena jika kalian lepaskan maka bisa jadi mereka akan tetap melakukan aksi serupa di tempat yang berbeda.

Oke, mudah-mudahan string ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai pelajaran bagi Agan Sista semua.