Memahami Prinsip Akselerasi atau Percepatan

Apa Itu Prinsip Akselerasi?

Prinsip percepatan adalah konsep ekonomi yang meneliti hubungan antara investasi dan perubahan pola konsumsi. Menurut prinsip percepatan, jika ada permintaan yang lebih besar untuk barang-barang konsumen, maka permintaan peralatan dan investasi lain yang diperlukan untuk memproduksi barang-barang ini akan meningkat. Ini berarti bahwa jika pendapatan populasi meningkat dan populasi mulai mengkonsumsi lebih banyak, maka akan ada peningkatan investasi yang sama tetapi lebih besar.

Prinsip akselerasi juga bisa disebut prinsip akselerator, atau efek akselerator.

Baca juga istilah dalam dunia ekonomi: Kamus Ekonomi Terlengkap 2022

Pahami Lebih Dalam Prinsip Akselerasi

Perusahaan sering berusaha untuk mengukur berapa banyak permintaan yang ada untuk produk atau layanan mereka. Jika mereka memperhatikan bahwa kondisi ekonomi membaik dan konsumsi tumbuh pada tingkat yang berkelanjutan, mereka lebih cenderung berinvestasi dalam meningkatkan output mereka, terutama jika mereka sudah mendekati kapasitas penuh. Kegagalan untuk melakukannya dapat merugikan mereka sebagian besar potensi pendapatan masa depan dan kalah dari pesaing yang merespons lebih cepat.

Menurut prinsip percepatan, investasi meningkat lebih cepat daripada permintaan suatu produk. Itu karena investasi untuk meningkatkan output sering membutuhkan pengeluaran yang signifikan.

 

Skala ekonomi menentukan bahwa investasi umumnya lebih efisien dan memiliki keuntungan biaya yang lebih besar ketika investasi signifikan. Dengan kata lain, lebih masuk akal secara finansial untuk meningkatkan kapasitas secara substansial, bukan hanya sedikit.

Sangat Penting dan Perlu Pertimbangan Khusus

Prinsip akselerasi tidak menghitung perubahan tingkat investasi sebagai fungsi dari tingkat keseluruhan, melainkan sebagai fungsi dari perubahan tingkat di tingkat.

Prinsip percepatan dapat membesar-besarkan boom dan bust ekonomi. Ini karena perusahaan ingin memaksimalkan keuntungan mereka setelah mereka mengembangkan produk yang terjual dengan baik. Mereka juga ingin menginvestasikan lebih banyak modal di pabrik untuk menghasilkan lebih banyak.

Irving Fisher adalah salah satu dari banyak ekonom yang mencatat bahwa siklus ekonomi berubah ketika perusahaan menyesuaikan diri dengan perubahan permintaan konsumen. Pelanggan membeli lebih banyak, dan karena lebih murah untuk meminjam uang, tim manajemen berusaha memanfaatkan ini dengan meningkatkan produksi.

Ini akhirnya menyebabkan terlalu banyak layanan dan produk di pasar. Perusahaan dihadapkan dengan penurunan penjualan dan keuntungan sebagai akibat dari kekurangan. Mereka sering merespons dengan mengurangi belanja modal (CapEx), dan terkadang merumahkan karyawan.