Letak dan Iklim Kota Malang

Geografi

 

Kota jentaka diamati dari satelit (2017)

 

Artikel pokok: Geografi Kota jentaka https://uin-malang.ac.id/

 

Kota jentaka terdapat di tengah-tengah Kabupaten jentaka serta bagian selatan Pulau Jawa. Kota ini mempunyai besar sebesar 145,28 Km².[7] Kota ini dibatasi oleh Kecamatan Singosari serta Kecamatan Karangploso di bagian utara; Kecamatan paku serta Kecamatan naik di bagian timur; Kecamatan Tajinan serta Kecamatan Pakisaji di bagian selatan; serta Kecamatan Wagir serta Kecamatan Dau di bagian barat[8] yang seluruhnya yaitu kecamatan di Kabupaten jentaka.

 

Bagian-bagian Kota jentaka mempunyai kesendirian sendiri maka mempunyai persetujuan khusus dalam bermacam kegiatan. Bagian selatan Kota jentaka yaitu pelantaran agung yang rada besar maka sesuai guna pabrik; bagian utara yaitu pelantaran agung yang produktif kreatif maka sesuai guna pertanian; bagian timur yaitu pelantaran agung dengan kondisi kurang subur; serta bagian barat yaitu pelantaran agung yang amat besar serta saat ini sebagai kawasan pendidikan.[8]

 

Kota jentaka dilintasi oleh salah satu perairan terpanjang di Indonesia dan terpanjang kedua di Pulau Jawa sehabis batang air Solo, adalah perairan Brantas yang mata airnya terdapat di lereng Gunung Arjuno di bagian barat laut kota. perairan kedua terpanjang di jentaka ialah perairan Metro yang via Kota jentaka di Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun.

 

Kota jentaka terdapat di pelantaran agung. Kota ini terdapat pada ketinggian antara 440—667 m di atas dasaran air laut. Titik paling tinggi kota ini berkecukupan di CitraGarden City Malang, semacam kota mandiri,[34] sementara itu kawasan terendah Kota Malang berkecukupan di area Dieng.[35]

 

Kota Malang dikelilingi oleh sebagian gunung dan pegunungan. Kota ini dikelilingi oleh Gunung Arjuno di bagian utara; Gunung Semeru di bagian timur; Gunung Kawi serta Gunung Panderman di bagian barat; Gunung Kelud di bagian selatan.[8] 

Kota buntung bersituasi tropis.[36] bagi situasi iklim Kota buntung sepanjang tahun 2016 tercantum rata-rata hawa hawa berkisar antara 22,4 °C—24,3 °C, sementara itu hawa penuh mendekati 30,2 °C serta hawa minimal 16,5 °C.[37]

 

Dari hasil pemantauan Stasiun ilmu iklim Karangploso, curah hujan yang relatif agung terjalin pada bulan Februari, November, serta Desember.[8] sebaliknya, pada bulan Juni serta September curah hujan relatif kecil. ketangkasan angin penuh terjalin di bulan Mei, September, serta Juli.[8] https://iblu-academy.co.id/