Dunia Bisnis

Kesehatan

Khasiat Daun Angsana Untuk Kanker

dadaun angsana untuk kanker

Daun angsana secara tradisional dipercaya baik untuk kanker. Sejauh mana pembuktikan klinis seputar manfaat daun angsana untuk kanker. Bersumber dari laman herbal dan kesehatan deherba, berikut adalah sejumlah informasi seputar daun angsana dan pemanfaatan sebagai herbal anti kanker.

Mengenal Lebih Baik Daun angsana

Angsana atau sono kembang ini dikenal secara ilmiah dengan nama Petrocarpus Indicus.  Dikenal pula dengan nama rosewood dan amboyna. Secara umum tanaman ini dikenal dunia kaya akan khasiat.

Tanaman ini dikenal dengan ciri aroma mawar ringan dan kambiumnya yang kemerahan. Merupakan jenis tanaman kayu keras dengan tinggi bisa mencapai lebih dari 20 meter dan naungan hingga 4 meter.

Daun angsana sendiri merupakan daun majemuk, menyirip gasal, memiliki ciri lonjong sedikit lebar meruncing diujung dengan panjang sekitar 8 – 12 cm. Daun angsana inilah yang kemudian lazim dimanfaatkan sebagai herbal.

Daun angsana terbukti kaya akan unsur anti oksidan . Di antara banyak komponen anti oksidan tersebut adalah stigmasterol, flavonoid, terpenoid, alkaloid, tannin, Formononetin, Loliolide dan paniculata diol

Senyawa ini mendorong daun angsana baik sebagai anti diabetes, anti peradangan, anti bakteri, imun stimulant, menjaga keseimbangan hormonal, baik untuk melancarkan haid, pereda nyeri, melancarkan pencernaan dan sejumlah khasiat lain.

Bagaimana Manfaat Daun Angsana Untuk Kanker

Sebuah riset yang dikembangkan oleh  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia di tahun 2016 menemukan fakta akan peran anti oksidan dari daun angsana sebagai anti kanker. Kandungan daun angsana seperti senyawa  stigmasterol dan flavonoid terbukti memiliki efek baik untuk kanker.

Sebenarnya riset pilot mengenai daun angsana dan pengaruhnya terhadap kanker telah dikupas dalam riset di tahun 1972. Diterbitkan dalam Bulletin of National Institute of Hygenic Sciences.

Senyawa dalam daun angsana baik untuk anti kanker dalam banyak aspek.  seperti pengaruh baiknya terhadap fungsi keseimbangan hormonal. Sementara sejumlah jenis kanker seperti kanker payudara, kanker prostat atau kanker ovarium banyak berkaitan dengan keseimbangan hormonal yang terganggu.

Kedua senyawa ini bekerja sebagai  anti karsinogen dan merupakan agen anti inflamasi. Sementara sejumlah besar kasus kanker akan sangat berkaitan dengan peradangan atau inflamasi. Peradangan yang berat bisa menyebabkan kanker. Dan kanker sendiri dapat memicu kerusakan jaringan yang berkembang menjadi peradangan.

Tidak hanya itu, unsur stigmasterol Formononetin dan Loliolide  sendiri secara khusus memiliki fungsi DNA protektor. Ini akan sangat membantu melindungi dan menjaga DNA sel supaya tidak mudah rusak dan menjadi sel kanker.

Selain itu, daun angsana juga ditemukan memiliki pengaruh baik sebagai hepaprotektor. Ini akan memaksimalkan kinerja hati sebagai fungsi netralisir unsur toksin dan residu. Membantu fungsi hati bekerja mengendalikan unsur karsinogen dalam tubuh.

Efek daun angsana sebagai anti kanker lain dapat dilihat dari kemampuannya sebagai stimulan imunitas tubuh. Ini akan membantu memaksimalkan kemampuan imun dalam melawan kanker. Membantu meningkatkan apoptosis atau dorongan sel kanker untuk mati dengan sendirinya. Juga kemampuan anti angiogenesis dengan mencegah sel kanker membentuk jaringan pembuluh darah mandiri.

Senyawa dalam daun angsana juga terbukti memiliki kemampuan untuk menghambat pembentukan faktor tumor nekrosis yang merupakan hormon pendorong pembentukan sel tumor. Kemampuan ini telah dijelaskan  dalam Public Library of Science One tahun 2017.

Belum banyak riset yang dikembangkan seputar bagaimana manfaat daun angsana untuk kanker. Dan sejauh mana efektivitasnya dalam membantu penyembuhan kanker. Namun potensi ini jelas bisa Anda manfaatkan untuk membantu penyembuhan kanker dalam jangka panjang.