Ketahui Tata Caranya Aqiqah Anak Perempuan dalam Islam

Sebelum lanjutkan artikel Ketahui Tata Caranya Aqiqah Anak Perempuan dalam Islam, Sekedar kami info:

Jika anda berminat mencari Jasa Aqiqah Terpercaya dan Profesional dengan harga murah kunjungi website Jasa Aqiqah Jabodetabek

Tata teknik aqiqah anak wanita dan lelaki sesungguhnya sama pula. Yang memilah sekedar jumlah kambing yang dipakai jadi kurban untuk aqiqah. Aqiqah sendiri merupakan sunnah rasul yang tata teknik implementasinya penting dikenali oleh beberapa orang-tua muslim.

Kelahiran anak pastilah sebagai moment yang sangatlah diharapkan oleh tiap-tiap orangtua. Dalam agama Islam, jadi wujud rasa sukur orangtua atas kelahiran itu. Karenanya orang-tua disunnahkan untuk menyelenggarakan aqiqah anak wanita atau lelaki, sama dengan type kelamin anak.

Aqiqah anak wanita dan lelaki rata-rata diikuti dengan pendabihan hewan ternak untuk lantas dagingnya dibagi-bagikan terhadap saudara dan tetangga. Aqiqah sebagai satu diantaranya tuntunan yang penting dilakukan tiap-tiap Muslim di saat punyai anak. Panduan menjalankan aqiqah ini sama sesuai sunnah Rasulullah Muhammad SAW.

Sama yang udah dikatakan, secara prinsip tata teknik aqiqah anak wanita dan lelaki merupakan sama. Tapi, yang memilah merupakan jumlah hewan ternak dipertaruhkan. Tersebut merupakan data lengkapnya terkait bimbingan aqiqah anak wanita dan tata teknik implementasinya yang harus dimengerti.

Hukum Aqiqah Anak Wanita dan Laki-Laki
Dari sisi bahasa Arab, aqiqah berawal dari kata al qat’u yang mempunyai arti potong. Kata ini punyai dua artian. Pengertian pertama merupakan potong rambut bayi yang baru lahir. Sementara pengertian ke dua potong atau mengerjakan pendabihan hewan, diberitakan dari dream.co.id.

Sementara, menurut arti, aqiqah merupakan proses pemangkasan hewan ternak dalam hari ke tujuh sehabis bayi dilahirkan. Pendabihan hewan ternak saat aqiqah jadi bentuk rasa sukur terhadap Allah SWT.

Hukum aqiqah anak wanita dan lelaki mengarah pada hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah yang keluarkan bunyi: “Tiap-tiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih dalam hari ke tujuh, dicukur (rambutnya), dan disebut.” (HR. Tirmidzi no. 2735, Abu Dawud no. 3165. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab al-Irwa’ no. 1165).

Iktikad kata tergadaikan di kalimat itu, pada masukan beberapa ulama merupakan anak yang tak diaqiqahkan lalu meninggal, karenanya anak itu tak kan memberinya syafaat buat ke-2  orang tuanya. Hukum aqiqah anak wanita dan lelaki merupakan sunnah muakkad menurut jumhur ulama. Sedang tata teknik aqiqah udah diterangkan oleh beberapa ulama dengan berdasar pada hadis Rasulullah SAW di atas.

Waktu Realisasi Aqiqah Anak Wanita
Untuk beberapa umumnya, waktu terunggul untuk menjalankan aqiqah anak wanita merupakan pada hari ke-7  sehabis kelahiran bayi menurut sunnah rasul. Selanjutnya, bagaimanakah caranya tentukan hari ke tujuh untuk menjalankan aqiqah?

Kalau bayi lahir siang hari, karenanya udah termaksud hari mula dari 7 hari. Sedang kalau bayi dilahirkan pada saat malam, tak termaksud dalam perhitungan. Hari mula merupakan hari seterusnya.

Umpamanya, di saat bayi terlahir di Sabtu pagi, karenanya hari itu udah dipandang seperti hari mula dari 7 hari. Maka dari itu orang tuanya dapat lakukan aqiqah dalam hari Jumat minggu depan. Kebalikannya, kalau bayi lahir Sabtu malam, karenanya hari pertama kalinya merupakan hari Minggu esok paginya. Maka dari itu orang tuanya bisa menjalankan aqiqah dalam hari Sabtu minggu depan.

Tapi, menurut Mazhab Syafi’i, aqiqah selalu bisa dijalankan sehabis melalui hari ke tujuh kelahiran bayi. Ada beberapa yang gunakan tata teknik waktu aqiqah pada 14 atau 21 hari sehabis kelahiran bayi. Juga, Mazhab Syafi’i selalu memberi anjuran aqiqah meski anak itu udah meninggal saat sebelum hari ke tujuh.

Tata Teknik Aqiqah Anak Wanita

Tata teknik aqiqah sama sesuai sunnah rasul yang pertama merupakan menyembelih kambing. Untuk aqiqah anak wanita, jumlah kambing yang dikurbankan merupakan sejumlah seekor. Masalah ini menengok pada hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud yang keluarkan bunyi:

“Dari Ummu Kurz dia bercakap, “Saya dengar Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda ‘Untuk orang anak lelaki merupakan dua ekor kambing dan untuk dapat wanita merupakan satu ekor kambing. Tak kenapa buat kalian apa dia kambing jantan atau betina’.” (HR. Abu Dawud no. 2834-2835).

Kriteria kambing yang bisa disembelih untuk aqiqah sama juga dengan hewan kurban, adalah kambing yang memiliki kualitas, baik dari sisi type sampai umur. Kambing harus bebas dari cacat dan penyakit. Saat sebelum menyembelih kambing untuk aqiqah, disunnahkan untuk membaca doa berikut ini: “Bismillahi wa billahi, allahumma ‘aqiqatun ‘an fulan bin fulan, lahmuha bilahmihi sang azhmihi, allahummaj’alha wiqaan liali muhammadin ‘alaihi wa alihis salam.”

Yang maknanya: “Berikut nama Allah dan dengan Allah, Aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, bikin jadi aqiqah ini jadi pertanda kesetiaan terhadap keluarga Muhammad SAW.”

Mengolah Daging

Tata teknik aqiqah anak wanita (dan lelaki) sesudah itu mengolah daging hewan yang dikurbankan. Jumhur ulama lebih mengajurkan untuk mengolah daging aqiqah lebih dahulu saat sebelum bagikan terhadap beberapa orang.

Masalah ini dijelaskan dalam kitab Atahzib yang dicatat Imam Al-Baghawi yang keluarkan bunyi: “Direkomendasi tidak untuk memberikan daging hewan aqiqah pada situasi mentah, walau demikian diolah lebih dahulu lantas diantar terhadap orang fakir dengan nampan.” (Imam Al-Baghawi dalam kitab Atahzib).

Memakai Beberapa Daging Aqiqah

Tata teknik aqiqah anak wanita sesudah itu perihal bagaimana memakai dagingnya. Menurut hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, daging aqiqah baiknya diolah lebih dahulu dan dikonsumsi oleh keluarga, baru lantas dibagikannya terhadap beberapa keluarga dan tetangga.

Yang maknanya: Aisyah r.a bercakap, “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak lelaki dan seekor kambing untuk anak wanita. Dia diolah tiada memutus tulangnya. Lantas dikonsumsi (oleh keluarganya), dan disedekahkan dalam hari ke-7 .” (HR al-Bayhaqi)

Dari hadis yang diriwayatkan al-Bayhaqi, jelas sudah dikatakan jika daging aqiqah beberapa dikonsumsi. Sedang sebagiannya kembali dibagikannya terhadap beberapa orang. Beberapa daging aqiqah diserahkan ke keluarga Muslim yang menjalankan aqiqah. Sementara bekasnya bisa dibagikannya terhadap tetangga atau fakir miskin.

Info Lainnya kunjungi jasa layanan aqiqah terpercaya dan profesional