Kemen PPPA dan Kalbe Farma Lakukan Kerja Sama untuk Perempuan Wirausaha

Sumber : www.wartajakarta.co.id

Tanggal 8 Maret tiap tahunnya diperingati sebagai Hari Wanita Internasional. Oleh Federasi Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Wanita Internasional disahkan sebagai peringatan untuk perjuangkan hak wanita, yang mencakup perolehan sosial, ekonomi, budaya, dan politik.

 

Terdapat berbagai kegiatan dalam peringatan Hari Wanita Internasional. Di Indonesia, Kementerian Pendayagunaan Wanita dan Pelindungan Anak (KemenPPPA) dan Kalbe Farma lewat merek Fatigon, tahun ini mengingatinya melalui kerja-sama vital yang fokus pada kenaikan peranan wanita dalam ekonomi lewat wiraswasta.

 

Pemberdayaan ekonomi penting karena ketimpangan gender paling tinggi terjadi pada faktor itu

 

Lewat kerja-sama yang diikuti oleh program ‘Perempuan Kebanggan Indonesia, Wanita Wiraswasta’, Kemen PPPA dan Kalbe Farma yang disokong oleh UN Women, UNDP Indonesia, dan Women’s World Banking akan lakukan rangkaian ide pendayagunaan wanita untuk kesejahteraan ekonomi di 11 propinsi yang telah ditargetkan KemenPPPA.

 

Hal tersebut penting, karena, seperti diterangkan oleh Deputi Sektor Kesetaraan Gender KemenPPPA, Agustina Erni Susiyanti, M.Sc., Index Pembangunan Gender KemenPPPA yang menunjukkan kualitas hidup di antara wanita dan lelaki ungkap jika ketimpangan gender paling tinggi terjadi pada faktor ekonomi.

 

“Kerja sama dengan Kalbe Farma benar-benar vital karena mengarah pendayagunaan ekonomi. Ini memberikan dukungan sasaran pembangunan kita, (dan) ini menjadi satu diantara instruksi nomor satu diantara Pak Presiden berkenaan kewiraswastaan,” kata Agustina dalam pertemuan jurnalis virtual ‘Perempuan Kebanggan Indonesia, Wanita Wiraswasta.

 

Senada dengan itu, Direktur Seksi Consumer Health PT Kalbe Farma Tbk., Feni Herawati menjelaskan wanita sekarang ini telah banyak yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga dengan berwiraswasta. Minimal sekitar 60% UMKM di Indonesia digerakkan oleh wanita. Tetapi, terakhir penghasilan pebisnis wanita itu turun mencolok.

 

Perempuan perannya benar-benar sentra. Kami harap lewat program ini dapat menyaksikan banyak wanita wiraswasta baru yang ketrampilannya semakin bertambah, hingga lebih bagus kembali pada jalankan bisnis dan dapat capai kemandirian keuangan.

 

Membina warga agar berdikari secara ekonomi lewat beragam program kewiraswastaan

 

Dijelaskan selanjutnya, kerja-sama yang menjadi salah satunya usaha Kalbe dalam membangun warga berdikari secara ekonomi ini mencakup beragam program kewiraswastaan. Salah satunya peningkatan industri herbal dan batik, peningkatan kemampuan untuk industri rumahan dengan beberapa pakar yang hendak didatangkan Kalbe, dan pameran industri rumahan.

 

Hal tersebut nggak terlepas dari kapabilitas Kalbe yang sejauh ini telah membangun banyak partner vital, seperti satu diantaranya petani herbal lokal yang komoditasnya menjadi bahan baku produk Kalbe. Disamping itu, Feni menjelaskan Kalbe awalnya telah lumayan banyak turut serta dalam program pendayagunaan wanita, baik di cakupan perusahaan atau warga umum.

 

Kendati berfokus pada ekonomi, Menteri PPPA, Bintang Puspayoga menjelaskan pendayagunaan ekonomi tidak cuman untuk pendapatan wanita semata-mata. Lebih jauh dia memiliki pendapat, pendayagunaan ekonomi misalnya dengan wiraswasta, akan memerdekakan wanita dari semua jenis diskriminasi yang telah berjalan sepanjang beberapa puluh tahun.

 

Selain melakukan pendayagunaan ekonomi, Feni menerangkan jika Kalbe melalui program kerja-sama ini akan lakukan beragam pembelajaran berkaitan kesehatan. Ini dirasakan penting, karena menurut dia wanita dalam rumah tangga kadang berperanan sebagai dokter individu yang perlu memperhatikan kesehatan bagian keluarga selainnya diri kita.

 

Segala urusan banyak bersumber dari wanita, terhitung kesehatan keluarga. Penting untuk kami supaya beberapa wanita pahami pada kesehatan individu atau bagian keluarga. Karenanya itu, mereka dapat semakin produktif dan sehat saat menjalankan kehidupan,” jelas Feni.

 

Dukungan UN Women, UNDP Indonesia, dan Women’s World Banking

 

Dalam kesempatan yang serupa, UN Women akan ikut peran dalam program pendayagunaan ekonomi itu. Salah satunya yang disampaikan dengan membuat dan mengupdate modul training kewiraswastaan yang berkaitan dengan jaman saat ini, dan akan menggiatkan training kemampuan non tehnis.

 

Bersama KemenPPPA, semenjak tahun 2019 kita (sudah) lakukan aktivitas training kewiraswastaan wanita dengan memakai modul-modul yang paling mudah didalami. Yang akan datang kami akan buat modul yang telah ada makin berkaitan untuk wanita UMKM,” kata Head of Programmes UN Women Indonesia.

 

Sementara Country Economist UNDP Indonesia, Rima Prama Artha sampaikan hal tehnis yang pantas jadi perhatian dalam usaha pendayagunaan ekonomi, seperti menyeimbangi program dana untuk UMKM dengan distribusi info yang komplet dan gampang dijangkau.

 

Meski pemerintahan telah banyak keluarkan program untuk kurangi beban UMKM wanita, tetapi ada banyak yang belum terima kontribusi itu, misalkan karena tidak terima info yang komplet.

 

Ia menyampaikan tiga hal yang hendak jadi support UNDP Indonesia pada UMKM supaya terus-menerus, mencakup training kewiraswastaan, peralihan praktek ekonomi hijau, dan praktek usaha dengan memperhatikan keadaan wabah Covid-19.

 

Sedangkan Women’s World Banking mengharap bisa menerapkan jalan keluar inklusi keuangan mereka untuk UMKM wanita di Indonesia, di mana arah dari jalan keluar itu ialah memberikan dukungan pendayagunaan dan kesejahteraan seperti sudah diaplikasikan di sejumlah negara lain.

 

Perempuan itu bukan sekedar yang menerima faedah, tetapi pendorong roda ekonomi. Jalan keluar kami (salah satunya) mempermudah wanita ke akses credit, dan pengokohan akses ke digital basis.

 

Dalam momen Hari Wanita Internasional ini, KemenPPPA dan Kalbe Farma ikut memberikan animo ke enam figur ‘Perempuan Kebanggaan Indonesia’. Mereka ialah Ir. Zulminarni, MS sebagai Wanita Menginspirasi Lewat Yayasan Pendayagunaan PEKKA, Hanna Keraf sebagai Wanita Menginspirasi Lewat DUANYAM, dan Mia Ariyana sebagai Wanita Menginspirasi Lewat ASPPUK.

 

Selanjutnya ada nama Bernadette Ruth Irawati Setiady sebagai Pelaku bisnis Wanita Menginspirasi, Dian Sastrowardoyo sebagai Wanita Menginspirasi Lewat Yayasan Dian Sastrowardoyo, dan paling akhir Anne Avantie sebagai Wanita Menginspirasi Lewat Yayasan Anne Avantie.