Jenis Font Terbaik untuk Menulis CV

Layaknya sebuah kartu nama, CV adalah identitas yang akan kamu menggunakan kala melamar pekerjaan.

Melalui CV, kamu wajib sebabkan kesan pertama yang baik di mata perekrut sehingga mampu dipanggil mengikuti tahap wawancara kerja. Caranya yakni dengan sebabkan CV yang rapi dan profesional.

Menurut riset yang ditunaikan oleh situs pencarian kerja The Ladders, perekrut umumnya hanya menggunakan 6 detik untuk menyaring CV.

Makanya nih, kamu wajib sebabkan CV yang ciamik sehingga mampu menarik perhatian perekrut dalam kala singkat.

Tidak wajib pintar sebabkan desain CV yang kreatif, sekurang-kurangnya kamu wajib sebabkan CV muncul lebih rapi dengan pilihan tipe font yang tepat sehingga ringan dibaca.

Ini dia sebagian tips memilih dan menyiasati tipe font CV sehingga perekrut tidak sakit mata kala membaca CV-mu!

Ketahui Jenis Font yang Pas: Serif vs Sans Serif

Terdapat dua tipe kelompok font yang umum digunakan, yakni serif dan sans serif. Serif merupakan tipe font dengan teliti ekor di anggota ujungnya, sedang sans serif adalah font yang muncul lebih kaku serta modern.

Kombinasi dua tipe font ini mampu kamu menggunakan di dalam CV, tetapi pastikan gabungan font-nya tepat dan saling melengkapi satu sama lain, ya!

 

Perjelas Judul dengan Huruf Kapital, Bold, Italic, dan Underline

Awali setiap anggota CV dengan menuliskan judul terkait, bila anggota Kontak, Pengalaman Kerja, Kualifikasi, dan Riwayat Pendidikan.

Pastikan judul ini mampu terbaca dengan sadar untuk menandai tiap anggota CV. Caranya mampu dengan menggunakan huruf KAPITAL, bold, underline, atau italic. Pastikan terhitung ukuran font lebih besar. Ya! Bisa di kisaran 14 sampai 16pt.

 

Sebaiknya Gunakan Jenis Font Ini!

Dirangkum dari Canva Design Blog, selanjutnya ini merupakan sebagian pilihan font yang keren dan muncul profesional untuk digunakan di CV!

Calibri

Font satu ini resmi menggantikan Times New Roman sebagai font default pada Microsoft Word sejak th. 2007. Meskipun jadi default, Calibri belum digunakan sesering font Arial sehingga tidak amat “pasaran”.

Jika dilihat-lihat, font ini memang nyaman untuk dibaca sebab bentuknya yang pas. Kamu mampu lho menulis isi CV dengan font Calibri berukuran 12pt!

Cambria

Font ini mampu dengan ringan ditemukan di berbagai program Microsoft Office. Cambria didesain khusus untuk dokumen digital lho, sehingga bolrh kamu memperhitungkan kala mendambakan mengirim CV dalam wujud digital. Meskipun demikian, font ini terhitung cocok untuk dokumen cetak, sebab hurufnya ringan dibaca dan tidak akan sebabkan mata pusing.

Lato

Tahu nggak, font Lato awalnya diciptakan untuk memenuhi keperluan korporat, lho! Font dalam kategori sans serif ini muncul netral dan “serius” kala digunakan di anggota isi, tetapi punya tampilan yang terhitung keren kala digunakan dengan ukuran lebih besar.

Didot

Sekilas, tipe font satu ini muncul amat berkelas dan elegan. Didot cocok digunakan untuk kamu yang mendambakan menembus industri fashion atau fotografi, sebab tampilannya yang keren dan menambahkan efek artsy. Tetapi, font ini lebih cocok digunakan dalam ukuran besar di anggota headings sebab teliti ekor tipisnya.

Helvetica

Para graphic designer dan pekerja di industri kreatif pasti telah kenal betul dengan font satu ini.

Helvetica merupakan keliru satu font paling populer, dan bahkan sering dianggap sebagai font terbaik!

Bentuknya yang simple dengan ketebalan yang tepat sebabkan Helvetica digemari dan banyak digunakan oleh merek-merek terkenal. Misalnya saja BMW.

Avenir

CV-mu seketika akan muncul lebih simple dan moderen dengan menggunakan font Avenir. Jika mendambakan menggunakan Avenir, pastikan kamu menggunakan versi normal, bold, dan italic saja, ya!

Georgia

Bagian ekor yang lumayan tebal pada font serif ini menjadikannya nyaman dibaca, bahkan pada ukuran yang kecil sekalipun. Sebagai alternatif dari font Times New Roman, Georgia ternyata dibuat khusus untuk penggunaan digital, sehingga cocok untuk CV berwujud PDF.

 

Hindari Memakai Jenis Font Ini, Ya!

Bentuknya yang tidak universal dan amat “unik” sebabkan sebagian font ini bukan pilihan tebraik untuk isi CV. Apa saja sih?

Courier: Font ini dibuat untuk mengimitasi wujud postingan mesin ketik. Courier kurang cocok digunakan untuk CV sebab mampu sebabkan CV muncul jadul dan kurang nyaman dibaca, bahkan untuk menulis 1 halaman penuh.

Times New Roman: Sebenarnya tidak tersedia yang keliru dengan font yang dulunya digunakan sebagai default Microsoft Word. Hanya saja, font ini telah amat sering digunakan dan sebabkan CV-mu kurang menonjol!

Brush Script: Font tipe ini sadar bukan pilihan terbaik untuk CV sebab justru tambah sebabkan CV-mu amat susah dibaca. Tetap usahakan untuk memilih font yang konservatif dan “kaku” untuk CV, dan sebaiknya jauhi font bergaya postingan tangan seperti ini.

Comic Sans: Font satu ini sepertinya hanya pantas digunakan untuk anak sekolah dasar. Didesain menyerupai postingan komik yang membulat, Comic Sans kurang cocok digunakan untuk sebabkan CV sebab tidak muncul profesional sama sekali.

Itulah tips terkait panduan memilih serta tipe font terbaik yang mampu digunakan untuk CV profesionalmu.

Intinya, CV merupakan sebuah identitas di mana kamu mampu melampirkan prestasi dan pengalaman. Meskipun demikian, font yang tertulis di CV punya peran besar untuk menambahkan kesan pertama yang baik.

Maka dari itu, pastikan kamu memilih tipe font yang benar dengan mengikuti tips-tips yang telah Glints berikan di atas, ya!

Bagaimana? Apakah kamu kini telah sadar mendambakan menggunakan font apa untuk keperluan CV-mu? Atau justru kamu masih penasaran dengan hal-hal lainnya yang wajib tercantum sehingga desain CV menarik mampu muncul apik?

Tenang saja, kamu mampu dapatkan seluruh Info selanjutnya di Glints ExpertClass. Di kelas kategori personal development, para profesional bidang HRD akan memandu berbagai materi menarik yang perlu untuk sistem pencarian kerjamu.