Dunia Bisnis

Uncategorized

Ini Tips & Trik Agar Lolos Proses KPR

Salah satu cara agar lebih mudah dan cepat memiliki rumah sendiri adalah dengan mengajukan pinjaman KPR (Kredit Pemilikan Rumah). Kucuran dana KPR yang kita peroleh dari bank itu akan kita gunakan untuk membeli rumah. Selanjutnya, kita akan berurusan dengan bank untuk mengembalikan pinjaman itu dengan cara mengangsurnya https://rumahimpian.id/landing/.

Masalahnya, tidak semua pengajuan KPR itu lolos seleksi. Ada sejumlah persyaratan dari bank yang harus dipenuhi. Wajar sih, karena ini menyangkut tentang uang yang nilainya ratusan juta bahkan miliaran.

Tapi jangan khawatir, ada tips dan trik efektif yang bisa dipersiapkan sebelum Anda mengajukan pinjaman KPR agar lolos, alias prosesnya disetujui oleh pihak bank. Apa saja itu?

Cek IDI Historis (BI Checking)

Kalau Anda punya riwayat kurang baik, bahkan buruk, berkaitan dengan perbankan, misalnya pernah menunggak tagihan hingga kredit macet, maka bisa dipastikan pengajuan KPR Anda akan ditolak. IDI Historis yang buruk bisa jadi faktor utama yang menggagalkan rencana Anda memiliki rumah.

Kondisi ini bisa diperbaiki, kok. Jika Anda sudah melunasinya dan ingin “membersihkan” status, Anda bisa datang ke kantor OJK untuk mengajukan surat keterangan dari Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), yang dulunya bernama SID (Sistem Informasi Debitur). Data baru ini yang akan dibaca oleh perbankan di mana Anda mengajukan KPR.

Penghasilan dan Status Pekerjaan

Ini juga faktor kuat yang menentukan suksesnya proses KPR. Hampir semua bank hanya akan meloloskan KPR kepada mereka yang mempunyai penghasilan cukup dan mempunyai pekerjaan yang tetap dengan masa kerja tertentu. Hal ini tentu saja untuk menghindari potensi terjadinya kredit macet alias kelancaran mencicil Anda yang tersendat. Sebagai gambaran, jika besaran cicilan rumah yang akan Anda tanggung kurang dari 30% dari penghasilan per bulan, bisa dibilang: AMAN.

Manfaatkan Usia Muda

Sudah pasti usia menjadi faktor penting yang menentukan KPR lolos atau ditolak.
Biasanya bank memberikan syarat usia maksimal pengajuan kredit berkisar 55-65 tahun, di mana tenor cicilan hanya berlangsung 6-24 bulan saja. Wow! Oleh karena itu, mumpung usia masih muda, manfaatkan untuk mengajukan KPR. Selain lebih mudah lolos, Anda juga lebih leluasa mengatur tenor cicilannya.

Pilih Perumahan Rekanan Bank

Carilah pengembang perumahan yang sudah bekerjasama dengan bank yang menyediakan fasilitas KPR. Tentu saja hal ini bisa memperlancar proses pengajuan Anda. Cari informasi juga tentang reputasi si pengembang. Semakin bagus reputasi, semakin besar pula kemungkinkan pengajuan KPR lolos.

Hindari Rumah Bermasalah

Pengajuan KPR Anda bisa ditolak gara-gara Anda berniat membeli rumah dalam status hukumnya bermasalah, tidak jelas, alias konflik. Jadi sebaiknya cari informasi sejelas-jelasnya dari pihak pengembang maupun masyarakat di lingkungan sekitar tentang status hunian tersebut. Selain itu pastikan rumah memiliki legalitas yang lengkap, aksesnya cukup baik, dan lokasinya tidak bersebelahan dengan kuburan.