Dunia Bisnis

Uncategorized

Indonesia Semakin Dianggap Penting bagi Dunia

Amerika Serikat wajib fokus tingkatkan kerjasama dengan Brazil, India, Indonesia serta Turki, 4 global swing states yang dikira berarti untuk barat buat mempertahankan dominasinya di dunia.

Laporan yang baru dikeluarkan oleh 2 think tank populer Amerika mengatakan kalau dengan tatanan dunia yang saat ini diisyarati Indonesia untuk dunia bangkitnya Tiongkok, permasalahan keuangan yang membelit negeri barat, dan krisis yang tidak kunjung terselesaikan di Korea Utara serta program nuklir Iran, hendak membuat 4 negeri itu, bila diberi insentif hendak dapat memainkan kedudukan berarti buat melindungi serta memperbaharui kekuatan lembaga- lembaga internasional yang terdapat.

“ 4 negeri ini tiap- tiap mempunyai ekonomi yang besar serta lagi tumbuh, mempunyai posisi strategis di wilayahnya serta memiliki komitmen atas pelembagaan demokrasi. Serta yang berarti, tiap negeri ini memiliki kedudukan spesial di dunia,” demikian isi laporan tersebut.

Kerjasama dengan global swing states ataupun negeri yang dapat memastikan arah pergerakan politik serta ekonomi dunia dikira berarti sebab keempat negeri itu memiliki pendekatan yang lebih cair serta terbuka dalam tatanan dunia dibanding Tiongkok serta Rusia.

“ Bagaikan bonus, opsi yang mereka ambil( Brazil India, Indonesia serta Turki- red) buat mengambil tanggung jawab global, hendak jadi suatu tumpangan free untuk upaya kekuatan mapan ataupun dapat pula mempersulit pemecahan bermacam permasalahan kunci dunia secara bersama- sama, serta itu hendak kokoh pengaruhi tatanan internasional dikala ini.

Laporan baru itu tiba di tengah perdebatan panjang yang dipicu sebagian besar oleh krisis keuangan tahun 2008 dan krisis Euro yang terjalin selanjutnya sudah menyebarkan anggapan– ataupun realitas– kalau barat tercantum Amerika, saat ini relatif lagi hadapi penyusutan dibandingkan negara- negara di belahan dunia yang lain, paling utama Tiongkok dan kekuatan- kekuatan lain yang lagi tumbuh.

Gimana Washington wajib bereaksi atas anggapan ataupun realitas ini– secara spesial dengan mempertahankan struktur lembaga internasional yang sepanjang ini sudah melayani barat dengan baik– sudah jadi subyek dari membanjirnya novel serta laporan, belum lagi dialog tanpa akhir di golongan lembaga kajian tentang masa depan politik internasional.

Tawaran Pendekatan yang Berbeda

Sebagian, semacam pemikir neo- konservatif Robert Kagan, berargumen kalau Washington serta sekutu- sekutunya negeri barat dapat serta wajib mempertahankan dominasi mereka buat melindungi kedisiplinan dunia.

Sedangkan pemikir realis semacam Charles Kupchan dari Georgetown University, berargumen kalau langkah semacam itu malah hendak memesatkan penyusutan Barat, serta sebab itu Washington wajib membiasakan diri dengan timbulnya kekuatan- kekuatan baru yang belum pasti rela menerima nilai- nilai kebebasan ala barat.

Kupchan, yang ialah periset di Dewan Ikatan Luar Negara, membagikan pujian atas laporan itu bagaikan“ donasi yang berguna untuk debat yang lagi tumbuh tentang gimana Amerika wajib mempersiapkan diri mengalami pergantian dunia”, spesialnya dengan pengakuan kalau“ negara- negara tumbuh mempunyai kepentingan serta tujuan yang berbeda, serta sebab itu kita( Amerika- red) butuh mengaitkan mereka dengan metode mereka sendiri.”

Aspek lain, kata ia, merupakan tidak saja dengan menekankan berartinya membagikan mereka( global swing states- red) perwakilan lebih di dalam lembaga- lembaga dunia, tetapi pula gimana“ mereka dapat lebih membagi tanggung jawab global dengan melindungi perdamaian ataupun membagikan donasi yang lain untuk dunia.”

Pada dikala bertepatan, ia berkata kalau“ anggapan implisit dari laporan itu kalau: sebab negara- negara itu mempunyai lembaga demokrasi hingga mereka pasti saja hendak berbaris di balik kita, saat ini dipertanyakan…. Aku pikir kekuatan- kekuatan besar, baik yang demokratis ataupun non demokratis kelihatannya hendak berupaya mengganti sistem dengan metode yang menguntungkan kepentingan mereka sendiri“ bagi Kupchan.

Tetapi, mazhab liberal internasional yang dipandu John Ikenberry berkomentar kalau tatanan dunia yang sudah diciptakan barat, sebagaimana yang direpresentasikan Dewan Keamanan PBB, lembaga Bretton Woods serta beberapa sekutu- sekutu barat, sudah teruji lumayan tangguh serta menguntungkan untuk kekuatan yang lagi bangkit ini, sehingga mereka tidak hendak tergoda buat menolak ataupun menghasilkan lembaga baru ataupun yang paralel dengan yang terdapat saat ini.