Dunia Bisnis

Uncategorized

DIMANA HARUS MEMASANG WATER METER ?

 

Apakah  menempatkan water meter induk sehabis pompa akan mengakibatkan water meter induk cepat rusak?”. Demikianlah pertanyaan seorang Rekan yang menarik perhatian saya.

Barangkali imaginasi tentang pompa, berarati tersedia aliran air yang “menyemprot” dan lantas “menghantam” water meter, supaya terkecuali terus menerus di bebani hantaman tentu alat ukur yang berada di hadapannya akan cepat rusak.

Namun, kita menyaksikan sebuah brosur yang berisi spesifikasi sebuah water meter induk (biasanya berdiameter menjadi 2 inch), mereka miliki daya tahan terhadap tekanan air maksimal sebesar 10 Bar.

Artinya, baik tekanan itu nampak karena gravitasi (meluncur berasal dari sumber air di ketinggian tertentu) atau tekanan yang diperoleh berasal dari sebuah pompa, asalkan tidak melebihi 10 Bar, tentunya tetap dapat ditahan oleh water meter amico tersebut.

Jadi jawaban atas pertanyaan kawan tadi adalah : aman, terkecuali pompa nya miliki Head tidak lebih berasal dari 10 Bar.

Tapi di di dalam ilmu ukur-mengukur fluida, terkandung beberapa syarat-syarat mikro yang mengharuskan water meter dipasang terhadap daerah-daerah yang miliki aliran “laminer” alias seragam. Tidak boleh tersedia tubulensi, lebih tepat sehabis belokan sekalipun. Itu semua demi Akurasi bacaan meteran yang diberikan. Spesifikasi penempatan meter, pemanfaatan reducer yg disarankan, tentunya merupakan hal yang disyaratkan oleh produsem Water meter.

Water meter dipasang untuk kebutuhan apa sih? Well, tentu saja untuk kebutuhan pengukuran. Nah, pemasangan water meter sehabis pompa secara teknis tidaklah mengakibatkan cepat rusaknya water meter, tapi apakah itu akan memberi tambahan hasil pengukuran yang baik?

Selanjutnya kawan saya menyebutkan bahwa air berasal dari sumbernya itu dipompa, melalui water meter tadi, dan masuk ke reservoir untuk sesudah itu didistribusikan ke pelanggan

Nah, nah, terkecuali situasinya demikian, seharusny water meter itu ditempatkan terhadap outlet reservoar donk. Sebagai orang yang jualan air, gw tentu akan menempatkan meteran air sedekat kemungkinan bersama pelanggan, supaya “kebocoran” yang berlangsung berada di titik yang diketahui dan dapat dikendalikan.

Tapi eitss menunggu dulu, kebanyakan tersedia juga orang/badan yang cuma produksi air untuk dijual kepada orang/badan lain yang langsung melayani masyarakat, nah bagaimana tuh terkecuali demikian?

Untuk masalah diatas, dimana sehabis unit produksi, dipompa masuk ke reservoar distribusi, lantas didistribusikan ke pelanggan, maka terkandung kemungkinan sebagai berikut :

Jika orang/badan pengelola tugasnya adalah produksi dan mendistribusikan, maka water meter dapat dipasang 1 unit terhadap outlet reservoar distribusi.

Jika terkandung dua badan pengelola yaitu yang produksi air baku, dan yang mengurus distribusi, maka water meter dapat dipasang 2 unit, masing-masing 1 unit A dipasang sehabis unit produksi/pompa, dan 1 unit B ulang dipasang terhadap outlet reservoir distribusi.

Water meter A digunakan oleh bagian produksi untuk menghitung berapa volume air yang udah di produksinya. Water meter B digunakan oleh bagian distribusi untuk menghitung volume air yang didistribusikan.

Bicara tentang water meter sebenarnya menarik sekaligus sensitif. Dengan harga nya yang lumayan mahal, senantiasa tersedia godaan untuk tidak memasangnya, atau malahan memasangnya di banyak area sekaligus.

Atau hmm… karena itu barang mahal, tersedia juga yang menentukan menempatkan di area yang aman perumpamaan dekat bersama “kantor” dibandingkan dibiarkan di area terbuka. Kesemuanya sama-sama tidak mendukung akurasi bacaan meteran tentunya.