Cara Ternak Domba dalam Persiapan Lokasi, Perawatan Dan Pembuatan Kandang

Untuk metode ternak domba dibagi menjadi dua.Pertama yaitu sistem gembala, kedua sistem kandang. Sistem gembala seperti yang sudah dijelaskan di atas, hanya cocok untuk daerah atau area rerumputan hijau yang luas.

Pada saat ini, metode gembala dianggap kurang efisien karena terbatasnya lahan.

Mayoritas orang menggunakan metode ternak kandang karena dianggap lebih menghemat tenaga dan waktu. Terserah Anda mau menggunakan yang mana.

 

Pembuatan Kandang atau Tempat Budidaya Domba

Pada tipe kandang ada dua, pertama adalah kandang koloni dan kandang tunggal. Kandang koloni biasanya berukuran 1×3 meter dan biasanya dihuni maksimal 10 ekor domba.

Sedangkan kandang tunggal hanya dihuni oleh satu ekor domba yang pas dengan badan domba.

Biasanya tipe kandang ini cocok untuk dibuat domba droper yang digemukkan.

Kandang domba juga harus mempunyai tempat makan dan minum.

Tempat makan biasanya terletak di depan kandang domba.

Usahakan membuat tempat makan domba cukup besar. Sedangkan untuk minum cukup dengan menggunakan ember saja.

Untuk struktur kandang atau bahan utama pembuatan kandang,usahakan bahan yang kuat.

Atap domba jangan memakai asbes yang membuat domba panas, usahakan memakai bahan yang menyerap panas.

Jangan lupa antara kandang dengan tanah mempunyai space agar memudahkan membersihkan kotoran.

 

Perawatan Harian untuk Budidaya Domba

Domba harus Anda lakukan setiap harinya. Jangan lupa untuk membersihkan kandang domba setiap hari.

Kotoran domba bisa Anda gunakan untuk pupuk kandang.

Jangan lupa memandikan domba setiap harinya agar terbebas dari kuman dan cacingan.

Apabila domba bersih maka nafsu makannya pun juga akan meningkat.

Jangan lupa mencukur bulu domba, pencukuran bisa Anda lakukan 3-6 bulan sekali.

Jangan lupa juga memotong kuku domba untuk alasan kesehatan domba-domba tersebut.