Benarkah BI-ASPI Sepakat Hentikan Praktik Gesek Tunai

Bank Indonesia (BI) dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) dan Asosiasi Kartu Kredit Indonesia setuju menghentikan praktik gesek tunai kartu kredit untuk menjauhi pencucian uang.

“Transaksi gesek tunai rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak khusus untuk pencucian uang,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau Gusti Raizal Eka Putra di Batam,Untuk menghapuskan praktik gesek tunai kartu kredit, BI dengan ASPI dan AKKI menandatangani Nota Kesepahaman mengenai Penutupan Pedagang (Merchant) Gesek Tunai.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini memiliki tujuan mensinergikan para pelaku industri untuk pemberantasan gesek tunai dengan menghentikan ‘merchant-merchant’ pelaku gesek tunai,” kata dia.

Ia tunjukkan transaksi gesek tunai kartu kredit terhitung mampu membuat kesalahan persepsi terhadap tujuan kartu kredit, berasal dari alat pembayaran barang atau jasa jadi alat ambil dana tunai.

Praktek gesek tunai kartu kredit terhitung membuat pelaporan data oleh penerbit kartu kredit kepada Bank Indonesia jadi tidak akurat.

“Karena kuantitas nilai transaksi belanja yang sebetulnya lebih kecil berasal dari kuantitas nilai transaksi yang dilaporkan ke BI,” kata Kepala BI.

Bisnis Kartu Kredit udah diatur Bank Indonesia dalam PBI No.11/11/PBI/2009 berkenaan Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu dan dalam Pasal 8 ayat 2 “Dalam ketentuan berikut menyesuaikan bahwa ‘acquirer’ mesti menghentikan kerjasama dengan pedagang yang melakukan tindakan yang mampu merugikan bank penerbit kartu kredit ataupun Gestun Kartu Kredit dan dalam kaitannya dengan dukungan costumer berpotensi membuat pelaku gestun terlilit dalam utang akhirnya jadi kredit bermasalah,” kata dia.

Kesepakatan berikut dilakukan antar bagian AKKI yang terdiri berasal dari 23 Bank Penerbit dan 13 ‘acquirer’, sehingga terdapat aturan-aturan yang dimengerti dengan dalam rangka pemberantasan gesek tunai.

BI bakal terus mendukung upaya-upaya Bank Penerbit Kartu Kredit dan ‘acquirer’ untuk memonitor, menghendaki klarifikasi, dan mengedukasi ‘merchant’ dan nasabah.

BI menghendaki sehabis penandatanganan Nota Kesepahaman itu, maka bank penerbit dan ‘acquirer’ mampu meminimalisasi praktik gesek tunai sehingga mampu kurangi dampak-dampak merugikan.