Apa yang Terjadi Jika Seseorang Galbay Pinjol?

Jumlah Browser Fintech Meningkat 295.58%

Berdasarkan data dari OJK 26 Desember 2019 ada 139 perusahaan fintech yang terdaftar dan 25 perusahaan fintech yang berizin. Kini, per Januari 2020 sudah ada 164 perusahaan Fintech. Meningkatnya jumlah fintech sejalan dengan peminjam (borrower) di Indonesia yang makin meningkat tiap tahunnya.

Jumlah borrower fintech yang terdaftar di OJK lebih  dari 17 juta entitas, jumlah ini meningkat sebesar 295.58% dari tahun lalu. Mudahnya akses utang fintech, membuat orang banyak melakukan pinjol. Hal inilah yang menjadi alasan meningkatnya jumlah peminjam (borrower) di Indonesia. Lantas apa yang akan terjadi jika seseorang galbay (gagal bayar) pinjol?

 

 

Apa Dampaknya Jika Tidak Bayar Pinjol?

Berikut ini beberapa hal yang akan terjadi jika seorang peminjam gagal bayar (galbay) pinjol.

90 Hari Tak Bayar, Fintech Tak Boleh Tagih Debitur

Direktur pengaturan, perizinan dan pengawasan OJK, Hendrikus Passagi menjelaskan bahwa penyelenggara peer to peer lending hanya bisa melaksanakan penagihan kepada debitur sepanjang 90 hari.

Setelah 90 hari, peminjam tidak diperbolehkan menagih atau utang dikatakan hangus. Hendrikus membuktikan bahwa bunga maksimal utang setiap harinya sebesar 0,8% dan maksimal dari denda sebesar 100%.

 

Nunggak Fintech Sampai 90 Hari Masuk Blacklist BI Checking!

Bagi peminjam yang tidak mampu membayar utang pada waktu yang sudah ditentukan, maka nama data peminjam bakal dicatat agar sehingga tidak mampu melaksanakan utang di bank dan tidak mampu melakukan pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR).

Maka, bagi Anda yang memiliki utang online, usahakan jangan sampai nunggak, karena nama Anda bakal masuk daftar hitam orang yang gagal bayar dan bakal merugikan Anda nantinya.

 

Gali Lubang Tutup Lubang Sampai di 37 Aplikasi Pinjol

Dikutip dari Tempo.co pada 26 Agustus 2019 memberitakan kisah Melia, warga asal Surabaya yang mempunyai pinjol di 37 aplikasi pinjol. Awalnya, Melia hanya mempunyai utang online sebesar Rp 1,5 juta. Karena tidak mampu untuk membayar utang tersebut, akhirnya Melia mengambil keputusan untuk melaksanakan utang lain di aplikasi utang online yang berbeda.

Begitu seterusnya.

Melia hanya melaksanakan gali lubang tutup lubang, hingga akhirnya saat ini, Melia mempunyai utang di 37 aplikasi utang online dengan total utang Rp 30 juta. Langkah gali lubang tutup lubang tidak dapat menyelesaikan masalah utang. Strategi gali lubang tutup lubang justru dapat memperbesar utang.

 

Cara Cepat Melunasi Utang atau Pinjol

Berikut ini beberapa cara cepat melunasi utang atau pinjol, antara lain:

1. Stop Utang Baru dan Carilah Tambahan Income

Stop untuk berutang ulang ke aplikasi pinjol yang lain, dikarenakan itu hanya akan membebani Anda, mengingat bunga pinjol sangat mencekik. Cobalah cari tambahan penghasilan dengan cara bekerja freelance atau bekerja di hari liburmu, agar Anda meraih tambahan penghasilan untuk melunasi utang online-mu.

 

2. Buat List Utang

Jika Anda mempunyai utang online dari beragam aplikasi. Buatlah daftar utang online Anda. Buatlah daftar yang berisi: pokok kredit, jangka waktu, bunga utang dan sisa utang Anda.

3. Lunasi Utang dengan Pokok Terkecil

Sebaiknya Anda melunasi utang dengan pokok terkecil lebih dulu, seperti contoh kasus berikut ini:

Lisa mempunyai utang online di 10 aplikasi utang online. Masing-masing utang online mempunyai pokok utang yang berbeda. Untuk melunasi utang online dari 10 aplikasi tersebut, Lisa perlu mengurutkan daftar utang dari pokok terkecil ke pokok terbesar.
Selanjutnya, Lisa perlu melunasi utang fintech dari pokok utang yang terkecil ke utang terbesar, hal ini dikerjakan untuk meminimalisasi jumlah utang fintech Lisa.

 

4. Nego Pinjol: Durasi Pembayaran

Ketika tiba jatuh tempo pembayaran, Anda sebagai peminjam, kalau belum sanggup memenuhi kewajiban Anda di dalam membayar pokok utang kepada fintech, maka Anda bisa melakukan negosiasikan utang online atau merestrukturisasi utang Anda kepada fintech tersebut.

Dengan catatan bahwa Anda mempunyai sumber penghasilan yang berpotensi kala jatuh tempo jadwal pembayaran yang telah direstukturisasi. 

 

5. Jual Aset

Jika sehabis Anda mencari tambahan penghasilan dan utang online Anda tetap belum lunas, maka Anda perlu menjual aset. Usahakan jual aset yang mempunyai nilai tinggi, seperti emas, perhiasan, atau aset lainnya.