9 Strategi Menghafal Al Quran Di Pesantren Tahfidz

Mewujudkan insan yang Qur’ani, Amali, dan Saintis sehingga mampu mencetak generasi-generasi Qur’ani, Sebelum melanjutkan artikel 9 Strategi Menghafal Al Quran Di Pesantren Tahfidz, Sekedar kami info:

Apabila Anda Mendambakan putra/putri untuk menjadi Tahfidz kunjungi website Pondok Pesantren Tahfidz

Mengingat Al Qur’an punya banyak keunggulan. Antara lain, derajat surga yang diterima seorang itu bergantung pada banyak hafalan Al Qur’annya di dunia, bukannya pada jumlah bacaan, sebagai halnya diperkira oleh beberapa orang. Karenanya di sini kita pahami keunggulan yang besar untuk pada penghafal Al Qur’an. Tapi dengan kriteria dia mengingatkan Al Qur’an buat ingin muka Allah tabaaraka wa ta’ala, tidak untuk maksud dunia atau harta” (Sejarah Ash Shahihah, 5/281)

Bertambah banyak hafalannya, dapat kian tinggi posisi yang diterima di surga nantinya. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها

“dapat dijelaskan terhadap shahibul qur’an (di akhirat) : baca serta naiklah, baca dengan tartil sebagai halnya kamu membaca dengan tartil di dunia. lantaran posisimu bergantung pada ayat paling akhir yang kamu baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

Teladan kita, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengingatkan Al Qur’an, serta tiap bulan Ramadhan Jibril ada terhadap beliau buat melihat ulang hafalan beliau. Masalah ini dikisahkan oleh Ibnu Abbas radhiallahu’anhuma: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan orang yang amat penderma. Serta beliau lebih penderma kembali dalam bulan Ramadhan saat beliau berbicara Jibril. Jibril menjumpainya tiap malam buat mendidik Al Qur’an. Serta kedermawanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati angin yang tertiup” (HR. Bukhari, no.6)

Terkait hokum mengingat Al Qur’an, Syaikh Ibnu Baz berkata, “mengingat Al Qur’an merupakan mustahab (sunnah)” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi, 89906). Tapi yang rajin insya Allah, mengingat Al Qur’an merupakan fardhu kifayah, penting di antara kelompok Muslimin ada yang mengingatkan Al Qur’an, kalau tidak ada sekalipun karenanya mereka berdosa (Al Mausu’ah Al Fiqhiyyah, 17/325)

Memanglah mengawasi hafalan Al-Qur’an lebih berat dibandingkan dengan mengingatnya dari 0, tapi gak boleh berkecil hati kalau kalau kemauan kita baik, tulus lantaran Allah, insya Allah Ia dapat memandu kita dalam mengingat serta mengawasi kitab sucinya. kalaupun Allah ridha terhadap kita, karenanya kelapangan-kemudahan yang bisa kita menemukan. Tersebut merupakan beberapa tehnik teknik mengingat Al Quran, mudah-mudahan berguna buat anda utamanya serta buat kita yang punyai niat yang kuat dalam mengingatkan Al Qur’an :

1. Penyusunan waktu

Cerdas mengeset waktu dapat menolong orang penghafal Al Qur’an dalam memiara hafalannya. Mengeset waktu buat ulangi hafalan yang selalu lagi berkepanjangan, harus lagi dijalankan dengan orang penghafal Al Qur’an. Lakukan gak boleh mengabaikan waktu tiada mengerjakan perihal-perihal yang berguna. Karenanya teknik mengingat Al Quran teratur dengan dispilin waktu sebagai berikut, dapat kuatkan hafalan kita.

Rasulullah SAW udah mengingatkan, kalau hafalan Al Qur’an lebih cepat lenyap serta terlepas kalau ketimbang dengan satu ekor onta yang terlilit kuat apa kalau ia tak selamanya ulangi hafalannya itu.

عَنْ أَبِى مُوسَى عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « تَعَاهَدُوا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الإِبِلِ فِى عُقُلِهَا »

” Jaga Al-Qur’an, buat Yang jiwaku ada di dalam tangan-Nya, Al-Qur’an itu bisa semakin cepat terlepas dari satu ekor onta dari ikatannya” (H.R. Bukhari)

2. Siapkan waktu privat

Saat proses muraja’ah (ulangi) hafalan, orang penghafal Al-Qur’an harus siapkan waktu privat, umpamanya sebelumnya atau selepas subuh, sebelumnya tidur, sebelum dan setelah shalar fardhu. Siapa-siapa saja ia, kalau mana tengah menjalani satu tugas serta berikan alokasi saat yang privat, karenanya ia dapat mendapati hasil yang tak kan memengkalkannya.

Simaklah bagaimana kehidupan banyak Ulama sebelumnya dalam penyusunan waktu, maka dari itu mereka bisa mewarisi beberapa kreasi besar mereka yang hingga sampai ini hari masih jadi rujukkan. Sabagian mereka meninggal dunia diusainya yang masih belum demikian lanjut, walau demikian mereka bisa menulis serta membuat banyak kitab. Teknik mengingat Al Quran dengan siapkan waktu privat muraja’ah ini merupakan satu kewajiban.

3. Wirid Al-Qur’an

Kecuali siapkan waktu privat, teknik mengingat Al Quran yang lain yakni dengan perbanyak tilawah, ia harus punyai wirid Al-Qur’an yang teratur ia melakukan tiap-tiap hari. Mengusahakan agar bisa membaca Al-Qur’an sedikitnya satu juz tiap-tiap hari, maka dari itu dalam tempo tiga puluh hari / 1bulan anda dapat mengkhatamkan tilawah Al Qur’an. Kerap membaca Al Qur’an dapat membantu seorang dalam mengingat Al-Qur’an.

4. Jadi Imam Shalat

Hafalan anda selalu akan menempel dalam daya ingat anda kalau selalu anda baca dalam shalat, utamanya saat shalat malam atau qiyamullail. Lebih saat jadi imam shalat tarawih di sebuah mushola yang di antara pengurus jamaat meresa tidak berkeberatan kalau mana si iman membaca satu juz buat tiap malamnya. Kita otomatis gunakan peluang jadi imam itu jadi teknik mengingat Al Quran.

5. Mendidik seseorang

Satu diantaranya teknik yang amat efisien dalam mengawasi hafalan merupakan mendidik seseorang, lantaran pada waktu dengarkan hafalan siswanya, karenanya otomatis ia tengah ulangi hafalan.

6. Dengarkan bacaan seseorang

Banyak dengar seseorang membaca Al Quran pula satu diantaranya teknik mengingat Al Quran. Lantaran kerap dengar bacaan seseorang pula bikin kita cepat ingat. Bikin kesepakan atau janji bersama kawan anda yang tengah mengingat Al Qur’an buat sama sama mengkaji, maka dari itu kalau mana anda atau kawan anda tidak benar saat baca karenanya saat tersebut anda berdua dapat sama sama mengubah.

7. Dengarkan kaset atau CD Al-Qur’an

Putuskan satu diantaranya bacaan syaikh tersohor, yang tilawahnya tersebarkan di pelosok dunia serta condong disenangi lagunya saat baca Al-Qur’an, seperti Syaikh Mahmud Khalil Al-Hushari, Syaikh Muhammad Siddiq Al-Minsyawi, Syaikh Abdullah bin Ali Bashfar, Syaikh Abdurrahman Al-Hudzaifi, Syaikh Suud Syuraim, Syaikh Abdurrahman Al-Sudais dan sebagainya.

8. Membaca peristiwa banyak penghafal Al-Qur’an

Buat berikan motivasi serta semangat baru karenanya anda harus membaca perjalanan banyak ulama serta beberapa orang yang mengingat Al-Qur’an, anda dapat ambil pelajaran pengalaman dari mereka dan bisa mengupdate semangat anda.

8. Melatih membaca tiada memandang Mushaf

Lakukan ulangi hafalan tiada memandang mushaf, lantaran kalau mana membaca hafalan selalu memandang mushaf maka bisa ada ketergantung selalu mau menyaksikannya. Terkecuali apa kalau anda telah tidak bisa menambahkan bacaan, karenanya bisa anda memandang mushaf.

9. Jauhi kemaksiatan

Jiwa yang selalu berlumuran kemaksiatan serta dosa, sukar buat terima sinar Al-Qur’an, hati yang tertutup diakibatkan dosa-dosa yang selalu dilaksanakan, tidak simpel terima kebaikan, mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا “Karenanya apa mereka tidak perhatikan Al Qur’an atau barangkali hati mereka terkunci?” (Q.S. Muhammad : 24)

Dalam peristiwa tercantum kalau Imam Syafi’i rahimuhullah termasuk ulama yang punyai kecepatan dalam mengingat, bagaimana ia mengadu terhadap gurunya, Waki’, satu hari ia mengenyam kelambatan dalam mengingat. Karenanya gurunya lalu berikan obat mujarrab, adalah supaya ia tinggalkan kelakuan maksiat serta kosongkan hati dari tiap pencegah di antara ia serta Tuhannya.

Imam Syafi’i rahimahullah bercakap : Saya mengadu terhadap (guruku) Waki’ atas jeleknya hafalanku. Karenanya diapun berikanku anjuran supaya saya tinggalkan kemaksiatan. Ia menginformasikanku kalau pengetahuan itu merupakan sinar. Serta sinar Allah tak kan diserahkan ke orang yang bermaksiat.